RSS

Tujuan Pembelajaran

1.Mendeskripsikan penemuan sinar radioaktif
2.Mengidentifikasi sifat-sifat sinar radioaktif
3.Menentukan pita kestabilan inti
4.Menuliskan persamaan reaksi inti
5.Mendeskripsikan kegunaan unsur-unsur radioaktif

6.Mendeskripsikan bahaya unsur-unsur radioaktif

Keradioaktifan Alam

Definisi : Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari unsur-unsur yang bersifat radiokatif

MACAMNYA

KERADIOAKTIFAN ALAM

- Terjadi secara spontan

Misalnya: 92238 U ® 90224 Th + 24 He

1. Jenis peluruhan

a. Radiasi Alfa
– terdiri dari inti 24 He
– merupakan partikel yang massif
– kecepatan 0.1 C
– di udara hanya berjalan beberapa cm sebelum menumbuk
molekul udara

b. Radiasi Beta
– terdiri dari elektron -10 e atau -10 beta
– terjadi karena perubahan neutron 01 n ® 1 1 p + -10 e
– di udara kering bergerak sejauh 300 cm

c. Radiasi Gamma
– merupakan radiasi elektromagnetik yang berenergi tinggi
– berasal dari inti
– merupakan gejala spontan dari isotop radioaktif

d. Emisi Positron
– terdiri dari partikel yang bermuatan positif dan hampir sama
dengan elektron
– terjadi dari proton yang berubah menjadi neutron 1 1 p ® 01
n + +10 e

e. Emisi Neutron
– tidak menghasilkan isotop unsur lain

2. Kestabilan inti

- Pada umumnya unsur dengan nomor atom lebih besar dari 83
adalah radioaktif.
– Kestabilan inti dipengaruhi oleh perbandingan antara neutron dan
proton di dalam inti.

* isotop dengan n/p di atas pita kestabilan menjadi stabil dengan
memancarkan partikel beta.
* isotop dengan n/p di bawah pita kestabilan menjadi stabil
dengan menangkap elektron.
* emisi positron terjadi pada inti ringan.
* penangkapan elektron terjadi pada inti berat.

3. Deret keradioaktifan

Deret radioaktif ialah suatu kumpulan unsur-unsur hasil peluruhan suatu radioaktif yang berakhir dengan terbentuknya unsur yang stabil.

a. Deret Uranium-Radium

Dimulai dengan 92 238 U dan berakhir dengan 82 206 Pb

b. Deret Thorium

Dimulai oleh peluruhan 90 232 Th dan berakhir dengan 82 208 Pb

c. Deret Aktinium

Dimulai dengan peluruhan 92 235 U dan berakhir dengan 82 207 Pb

d. Deret Neptunium

Dimulai dengan peluruhan 93 237 Np dan berakhir dengan 83 209
Bi

KERADIOAKTIFAN BUATAN

Perubahan inti yang terjadi karena ditembak oleh partikel.

Prinsip penembakan:

◦Jumlah nomor atom sebelum penembakan = jumlah nomor atom setelah penembakan.
◦Jumlah nomor massa sebelum penembakan = jumlah nomor massa setelah penembakan.
Misalnya: 714 N + 24 He ® 817 O + 11 p

RUMUS

k = (2.3/t) log (No/Nt)

k = 0.693/t1/2

t = 3.32 . t1/2 . log No/Nt

k = tetapan laju peluruhan
t = waktu peluruhan
No = jumlah bahan radioaktif mula-mula
Nt = jumlah bahan radioaktif pada saat t
t1/2 = waktu paruh

RINGKASAN

1. Kestabilan inti: umumnya suatu isotop dikatakan tidak stabil bila:
a. n/p > (1-1.6)
b. e > 83

e = elektron
n = neutron
p = proton

2. Peluruhan radioaktif:
a. Nt = No . e-1
b. 2.303 log No/Nt = k . t
c. k . t1/2 = 0.693
d. (1/2)n = Nt/No
t1/2 x n = t

No = jumiah zat radioaktif mula-mula (sebelum meluruh)
Nt = jumiah zat radioaktif sisa (setelah meluruh)
k = tetapan peluruhan
t = waktu peluruhan
t1/2 = waktu paruh
n = faktor peluruhan

Contoh:

1. Suatu unsur radioaktif mempunyai waktu paruh 4 jam. Dari sejumlah No unsur tersebut setelah 1 hari berapa yang masih tersisa ?

Jawab:

t1/2 = 4 jam ; t= 1 hari = 24 jam
t1/2 x n = t ® n = t/t1/2 = 24/4 = 6
(1/2)n = Nt/No ® (1/2)6 = Nt/No ® Nt = 1/64 No

2. 400 gram suatu zat radioaktif setelah disimpan selama 72 tahun ternyata masih tersisa sebanyak 6.25 gram. Berapakah waktu paruh unsur radioaktif tersebut ?

Jawab:

No = 400 gram
Nt = 6.25 gram
t = 72 tahun

(1/2)n = Nt/No = 6.25/400 = 1/64 = (1/2)6

n = 6 (n adalah faktor peluruhan)

t = t1/2 x n ® t1/2 = t/n = 72/6 = 12 tahun

Keradioaktifan Alam

Definisi : Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari unsur-unsur yang bersifat radiokatif

MACAMNYA

KERADIOAKTIFAN ALAM

- Terjadi secara spontan

Misalnya: 92238 U ® 90224 Th + 24 He

1. Jenis peluruhan

a. Radiasi Alfa
– terdiri dari inti 24 He
– merupakan partikel yang massif
– kecepatan 0.1 C
– di udara hanya berjalan beberapa cm sebelum menumbuk
molekul udara

b. Radiasi Beta
– terdiri dari elektron -10 e atau -10 beta
– terjadi karena perubahan neutron 01 n ® 1 1 p + -10 e
– di udara kering bergerak sejauh 300 cm

c. Radiasi Gamma
– merupakan radiasi elektromagnetik yang berenergi tinggi
– berasal dari inti
– merupakan gejala spontan dari isotop radioaktif

d. Emisi Positron
– terdiri dari partikel yang bermuatan positif dan hampir sama
dengan elektron
– terjadi dari proton yang berubah menjadi neutron 1 1 p ® 01
n + +10 e

e. Emisi Neutron
– tidak menghasilkan isotop unsur lain

2. Kestabilan inti

- Pada umumnya unsur dengan nomor atom lebih besar dari 83
adalah radioaktif.
– Kestabilan inti dipengaruhi oleh perbandingan antara neutron dan
proton di dalam inti.

* isotop dengan n/p di atas pita kestabilan menjadi stabil dengan
memancarkan partikel beta.
* isotop dengan n/p di bawah pita kestabilan menjadi stabil
dengan menangkap elektron.
* emisi positron terjadi pada inti ringan.
* penangkapan elektron terjadi pada inti berat.

3. Deret keradioaktifan

Deret radioaktif ialah suatu kumpulan unsur-unsur hasil peluruhan suatu radioaktif yang berakhir dengan terbentuknya unsur yang stabil.

a. Deret Uranium-Radium

Dimulai dengan 92 238 U dan berakhir dengan 82 206 Pb

b. Deret Thorium

Dimulai oleh peluruhan 90 232 Th dan berakhir dengan 82 208 Pb

c. Deret Aktinium

Dimulai dengan peluruhan 92 235 U dan berakhir dengan 82 207 Pb

d. Deret Neptunium

Dimulai dengan peluruhan 93 237 Np dan berakhir dengan 83 209
Bi

KERADIOAKTIFAN BUATAN

Perubahan inti yang terjadi karena ditembak oleh partikel.

Prinsip penembakan:

◦Jumlah nomor atom sebelum penembakan = jumlah nomor atom setelah penembakan.
◦Jumlah nomor massa sebelum penembakan = jumlah nomor massa setelah penembakan.
Misalnya: 714 N + 24 He ® 817 O + 11 p

RUMUS

k = (2.3/t) log (No/Nt)

k = 0.693/t1/2

t = 3.32 . t1/2 . log No/Nt

k = tetapan laju peluruhan
t = waktu peluruhan
No = jumlah bahan radioaktif mula-mula
Nt = jumlah bahan radioaktif pada saat t
t1/2 = waktu paruh

RINGKASAN

1. Kestabilan inti: umumnya suatu isotop dikatakan tidak stabil bila:
a. n/p > (1-1.6)
b. e > 83

e = elektron
n = neutron
p = proton

2. Peluruhan radioaktif:
a. Nt = No . e-1
b. 2.303 log No/Nt = k . t
c. k . t1/2 = 0.693
d. (1/2)n = Nt/No
t1/2 x n = t

No = jumiah zat radioaktif mula-mula (sebelum meluruh)
Nt = jumiah zat radioaktif sisa (setelah meluruh)
k = tetapan peluruhan
t = waktu peluruhan
t1/2 = waktu paruh
n = faktor peluruhan

Contoh:

1. Suatu unsur radioaktif mempunyai waktu paruh 4 jam. Dari sejumlah No unsur tersebut setelah 1 hari berapa yang masih tersisa ?

Jawab:

t1/2 = 4 jam ; t= 1 hari = 24 jam
t1/2 x n = t ® n = t/t1/2 = 24/4 = 6
(1/2)n = Nt/No ® (1/2)6 = Nt/No ® Nt = 1/64 No

2. 400 gram suatu zat radioaktif setelah disimpan selama 72 tahun ternyata masih tersisa sebanyak 6.25 gram. Berapakah waktu paruh unsur radioaktif tersebut ?

Jawab:

No = 400 gram
Nt = 6.25 gram
t = 72 tahun

(1/2)n = Nt/No = 6.25/400 = 1/64 = (1/2)6

n = 6 (n adalah faktor peluruhan)

t = t1/2 x n ® t1/2 = t/n = 72/6 = 12 tahun

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: