RSS

Sifat Koligatif Larutan

Standar Kompetensi          :  1. Menjelaskan sifat- sifat koligatif larutan non-elektrolit dan elektrolit

Komptensi dasar:

1.1.Menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan, dan tekanan

      osmosis termasuk sifat koligatif  larutan

1.2 Membandingkan antara sifat koligatif larutan non elektrolit dengan sifat koligatif larutan elektrolit yang       konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan

Tujuan Pembelajaran:

   1.Menghitung konsentrasi suatu larutan (kemolalan dan fraksi mol) dan menghitung molaritas
   2  Menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan non elektrolit (hukum Raoulth) dan larutan elektrolit      3 Menjelaskan pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut
   4 Menghitung tekanan uap larutan berdasarkan data percobaan
   5. Mengamati penurunan titik beku suatu zat cair akibat penambahan zat terlarut melalui percobaan
   6 Menghitung penurunan  titik beku larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan data percobaan
   7 Mengamati kenaikan titik didih suatu zat cair akibat penambahan zat terlarut melalui percobaan
   8. Menghitung kenaikan titik didih larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan data percobaan
   9. Menganalisis diagram PT untuk menafsirkan penurunan  tekanan uap, penurunan titik beku dan      
    kenaikan titik didih larutan
   10. Menjelaskan pengertian osmosis dan tekanan osmosis serta terapannya
   11.Menghitung tekanan osmosis larutan elektrolit dan non elektrolit
   12 Menganalisis data percobaan untuk membandingkan sifat koligatif larutan elektrolit dan non elektrolit

Dalam memahami  sifat koligatif larutan    tidak bisa terlepas dari  beberapa satuan konsentrasi   spt. Molalitas, Fraksimol dan molalitas, Untuk  lebih jelasnya  baca uraian dibawah ini   

1.1.Satuan Konsentrasi Larutan

Satuan konsentrasi ada beberapa macam, antara lain adalah

molalitas (m), molaritas (M), dan fraksi mol (x).

1. Molalitas (m)

Apakah yang kamu ketahui tentang molalitas?Molalitas merupakan satuan konsentrasi yang penting untuk menentukan sifat-sifat yang tergabung dari jumlah partikel dalam larutan.

Molalitas didefinisikan sebagai banyak mol zat terlarut yang dilarutkan dalam satu kilogram (1.000 gram) pelarut. Misalkanjika 2 mol garam dapur (NaCl) dilarutkan dalam 1.000 gram air

maka molalitas garam dapur tersebut adalah 2 molal.  Secara matematis pernyataan tersebut dinyatakan seperti

berikut.

                    m = massa zat terlarut/Mr     .          p/ 1.000

Keterangan:

m = molalitas larutan

n = jumlah mol zat terlarut

p = massa pelarut (gram)

Jumlah mol zat terlarut (n) dapat kita tentukan dari massa zat  terlarut (m) dibagi dengan massa molekul relatif zat terlarut    (Mr).

Contoh

Jika kita melarutkan 9 gram gula sederhana (C6H12O6) ke dalam 500 gram air maka berapakah molalitas glukosa tersebut dalam  larutan?

Penyelesaian:
Diketahui : m = 18 gram
Mr C6H12O6 = 180
p = 500 gram
Ditanya : molalitas (m) …?

Jawab : m =        18 gram/180      .1000/500 gram

m= 0,2 molal
Jadi, kemolalan glukosa tersebut adalah 0,2 molal

2.Molaritas (M)
Pada saat kamu di laboratorium kimia, pernahkah kamu menemukan tulisan yang tertera pada botol wadah larutan
kimia misal 0,5 M HCl? Apakah arti 0,5 M tersebut? 0,5 M HCl. berarti bahwa larutan HCl mengandung 0,5 mol HCl dalam air
yang cukup untuk membuat volume total 1 liter.Jadi molaritas (M) adalah jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter
larutan. Secara matematik dinyatakan sebagai berikut.
M   =   n /V

Keterangan:
M = molaritas     n = mol     V = volume dalam liter
Contoh:
Hitunglah konsentrasi larutan yang dibuat dari  24 gram kristal  MgSO4 yang dilarutkan dalam 250 mL air (Mr MgSO4 = 120)!
Penyelesaian:
Diketahui : Massa MgSO4 = 12 gram,    Mr MgSO4 = 120 ,  Volume air = 250 mL = 0,25 L
Ditanya : Molaritas (M)…?
Jawab :

Mol (n) = massa MgSO 4 x  Mr MgSO4
=24 /l120 mol
= 0,2 mol
M =n/V
=0,2 mol/0,25 L
= 0,8 M
Jadi, konsentrasi larutan MgSO4 adalah 0,8 M.

Larutan dengan jumlah zat terlarut    yang sangat besar disebut pekat.   Adapun larutan dengan jumlah zat   terlarut yang relatif sedikit disebut   encer.Sumber: Kamus Kimia Bergambar

3. Fraksi mol

Fraksi mol (x) menyatakan perbandingan mol salah satukomponen dengan jumlah mol semua komponen-komponen.Perhatikan contoh berikut. Misalkan 2 mol garam (NaCl) yang dinotasikan dengan A dilarutkan dalam 8 mol air yang
dinotasikan dengan B, maka fraksi mol garam (xA) = 0,2 danfraksi mol air (xB) = 0,8.Perhatikan gambar di samping!
Jadi, fraksi mol masing-masing komponen dalam suatu larutandapat ditentukan sebagai berikut.A dan B …

XA   =    nA  / nA+nB        dan XB  =   nB/na+nB

Keterangan  :XA  = fraksimol zat A       dan XB  = fraksimol zat B

nA  =Mol zat A       nB= Mol zat B

Contoh
Hitunglah fraksi mol zat terlarut bila 117 gram NaCl dilarutkan dalam 360 air! (Mr NaCl = 58,7)  Penyelesaian:

Mol NaCl =massaNaCl   / MrNaCl   =   117 mol
58,7
= 2 mol
Mol H2O      = massaH 2O
MrH 2O

=    360 mol
18

= 20 mol
Fraksi Mol NaCl =    2
2 + 20
= 0,091
Jadi, fraksi mol NaCl adalah 0,091

Ada beberapa  sifat  koloid  yaitu

  1. Penuurunan  Tekanan Uap
  2. Kenaikan titik didih
  3. Penurunan titiik beku
  4. Tekanan Osmosis

PENJELASAN

  1. Penuurunan  Tekanan Uap

Jika zat cair dimasukkan ke dalam suatu ruangan tertutup maka zat  tersebut akan menguap hingga ruangan tersebut jenuh. Padakeadaan ini proses penguapan tetap berlangsung dan pada saatyang sama juga terjadi proses pengembunan. Laju penguapan
sama dengan laju pengembunan. Keadaan ini dikatakan terjadi kesetimbangan dinamis antara zat cair dan uap jenuhnya.
Artinya bahwa tidak akan terjadi perubahan lebih lanjut tetapi reaksi atau proses yang terjadi masih terus berlangsung.
Tekanan yang disebabkan oleh uap jenuh dinamakan tekananuap jenuh. Besarnya tekanan uap jenuh dipengaruhi oleh jumlah
zat dan suhu. Makin besar tekanan uap suatu cairan, makin mudah molekul-molekul cairan itu berubah menjadi uap.
Tekanan uap suatu larutan dapat diukur dengan alat manometer  merkurium.

Untuk mengetahui penurunan tekanan uap maka pada tahun 880-an kimiawan Perancis F.M. Raoult mendapati bahwa
melarutkan suatu zat terlarut mempunyai efek penurunan  tekanan uap dari pelarut.  Apabila pada pelarut murni kita tambahkan sejumlah zat  terlarut yang tidak mudah menguap, apa yang akan terjadi?

Partikel-partikel  pada larutan lebih tidak teratur dibandingkan partikel-partikel pada pelarut murni. Hal ini menyebabkan tekanan uap larutan   lebih kecil daripada pelarut murni. Inilah yang dinamakan   penurunan tekanan uap jenuh. Selisih antara tekanan uap murni
dengan tekanan uap larutan jenuh dapat dituliskan secara  matematis seperti berikut.

ΔP = P0 – P

Keterangan:
ΔP = penurunan tekanan uap
P0 = tekanan uap pelarut murni
P = tekanan uap jenuh larutan
Bagaimana hubungan penurunan tekanan uap dengan jumlah  partikel? Menurut Raoult, besarnya tekanan uap pelarut di atas  suatu larutan (P) sama dengan hasil kali tekanan uap pelarut  murni (P0) dengan fraksi mol zat pelarut dalam larutan (xA).

P = xA ⋅ P0

Persamaan di atas dikenal dengan hukum Raoult. Hukum   Raoult hanya berlaku pada larutan ideal dan larutan tersebut
merupakan larutan encer tetapi pada larutan encer yang tidak  mempunyai interaksi kimia di antara komponen-komponennya,
hukum Raoult berlaku pada pelarut saja.

Adapun banyaknya penurunan tekanan uap ( ΔP ) sama dengan hasil kali fraksi mol terlarut (XB) dan tekanan uap pelarut murni
(P0). Pernyataan ini secara matematis dapat dituliskan seperti   berikut.
ΔP = XB ⋅ P 0

Keterangan:
xB = fraksi mol zat terlarut
xA = fraksi mol zat pelarut

Contoh
Fraksi mol urea dalam air adalah 0,5. Tekanan uap air pada20°C adalah 17,5 mmHg. Berapakah tekanan uap jenuh larutan
tersebut pada suhu tersebut?

Penyelesaian:
Diketahui : xA = 0,5
P0 = 17,5 mmHg
Ditanya : P …?
Jawab : ΔP = xA ⋅ P0
= 0,5 ⋅ 17,5 mmHg
= 8,75 mmHg
P = P0 – ΔP
= 17,5 mmHg – 8,75 mmHg
= 8,75 mmHg
1. Suatu cairan mempunyai tekanan uap 300 mmHg pada 25°C. Sebanyak 300 gram zat Xyang tidak menguap dilarutkan ke dalam 10 mol cairan tersebut. Bila tekanan uap larutan  ini sama dengan 250 mmHg, tentukan Mr zat X tersebut!
2. Tentukan penurunan tekanan uap jenuh dari larutan NaOH 10% dalam air pada suhu 27°C, bila tekanan uap jenuh air pada 27°C adalah 20 mmHg!
3. Suatu campuran terdiri dari benzena (1) dan toulena (2). Fraksi mol masing masing zat  adalah x1 = 0,2 dan x2 = 0,8. Pada suhu 20°C tekanan uap benzena 75 mmHg dan tekanan   uap toluena 25 mmHg. Berapakah fraksi mol benzena dalam campuran uap di atas?
4. Tentukan tekanan uap jenuh dari 1,8 gram glukosa (Mr = 180) yang terlarut dalam 900    gram air, bila tekanan uap jenuh air 40 cmHg!
5. Tekanan uap jenuh larutan 124 gram zat X dalam 648 gram air adalah 76 mmHg. Pada suhu yang sama, hitung massa molekul relatif zat X jika tekanan uap jenuh air murni 80 mmHg.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: